Berita & Artikel

Upacara Pembukaan Asian Games 2018

Aug 21, 2018

"Atas nama seluruh rakyat Indonesia, kita bangga, kita merasa terhormat kedatangan tamu-tamu istimewa dari 45 negara. Dalam Asian Games 2018 kita bangsa-bangsa se-Asia ingin menunjukkan bahwa kita bersaudara, kita bersatu, kita ingin meraih prestasi, dan dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim Asian Games ke-18 tahun 2018 saya nyatakan dibuka,"
- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Akhirnya hari yang ditunggu tiba. Semua mata tertuju ke satu hari yang dinanti oleh Indonesia setelah 56 tahun berlalu. Pembukaan Asian Games 2018 telah dilaksanakan dengan sangat memukau. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla secara resmi membuka perhelatan olahraga akbar Asian Games ke-18, Sabtu, 18 Agustus 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Upacara pembukaan diawali dengan sebuah tayangan yang menunjukkan Presiden Joko Widodo melakukan aksi mengendarai sepeda motor karena terjebak kemacetan Jakarta dalam perjalanannya dari Istana Kepresidenan Bogor sebelum akhirnya tiba di SUGBK. Aksi ini sontak membuat penonton berdecak kagum hingga menuai banyak pujian baik dari dalam maupun luar negeri dan tagar Opening Ceremony Asian Games 2018 pun menjadi Trending Topic Worldwide di Twitter pada malam itu.

Tari Saman yang ditampilkan secara kolosal menjadi persembahan pembuka untuk menyambut seluruh atlet dan official dari 45 negara yang akan berlaga di pesta olahraga terbesar di benua Asia ini. Sebanyak 1.500 penari menampilkan tarian secara serempak yang memukau seluruh penonton di stadion.

Setelah itu, defile atau parade atlet dan official dari seluruh negara peserta dimulai. Diawali dari kontingen Afghanistan, seluruh negara peserta secara alfabetis memasuki stadion. Kontingen tuan rumah Indonesia yang terdiri atas 931 atlet dan 400 official mendapat sambutan paling meriah berupa tepuk tangan panjang dengan rasa bangga diselingi yel-yel dari para penonton. Sebagai tuan rumah, kontingen Indonesia muncul terakhir saat defile. Perenang Siman Sudartawa mendapat kehormatan sebagai pembawa bendera kontingen Indonesia. Ia merupakan salah satu perenang terbaik yang dimiliki Indonesia, dengan raihan 8 medali emas di kancah SEA Games.

Selanjutnya, Pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibraka diiringi lagu Indonesia Raya yang kali ini dibawakan oleh Tulus dan Purwa Caraka Music Studio Choir. Seluruh penonton ikut hormat dan menyanyikan lagu Indonesia dengan rasa bangga terhadap Tanah Air. Setelah pengibaran bendera Merah Putih, seisi stadion hening sesaat untuk mendoakan korban gempa Lombok yang terjadi baru-baru ini; keselamatan saudara-saudara kita selalu dalam doa masyarakat Indonesia.

Salah satu rangkaian acara yang menarik adalah pengibaran bendera Olimpiade Asia (OCA) diiringi hymne OCA. Bendera OCA dibawa oleh delapan atlet legendaris Indonesia, yaitu Lely Sampoerno (peraih medali perak menembak Asian Games 1962 Jakarta), Suharyadi (peraih medali emas tenis Asian Games 1990 Beijing), Sri Indriani (peraih medali perunggu angkat besi Olimpiade 2000 Sydney), Chandra Wijaya (peraih medali emas badminton Olimpiade 2000 Sydney), Lilis Handayani (peraih medali perak memanah Olimpiade 1988 Seoul), Markis Kido (peraih medali emas badminton Olimpiade 2008 Beijing), Kusumawardhani (peraih medali perak memanah Olimpiade Seoul 1988), dan Christian Hadinata (peraih medali emas badminton Asian Games 1972 Bangkok).

Selanjutnya para penonton disuguhi persembahan kreatif berupa tarian dan lagu-lagu dari berbagai daerah di Indonesia yang dibagi ke dalam empat segmen atau tema, yaitu air, bumi, angin, dan api. Saat pertunjukan segmen api, obor Asian Games yang telah dikirab mulai dari New Delhi, India pada 15 Juli 2018, memasuki lapangan. Sajian hiburan yang menonjolkan keberagaman adat, seni dan budaya di Tanah Air ini juga menjadi sorotan internasional. Hal ini tentunya akan membuat kita menjadi lebih bangga dengan apa yang kita kita punya.

Tepat pukul 21.05 WIB, peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona, Susi Susanti, menyalakan obor Asian Games 2018 di kauldron dengan wajah haru. Sebelumnya, api Asian Games 2018 pertama kali dibawa masuk ke dalam stadion oleh Lanny Gumulya (peraih medali emas loncat indah Asian Games 1962 Jakarta), Arif Taufan (peraih medali emas karate Asian Games 1998 Bangkok), Yustedjo Tarik (peraih 2 medali emas Asian Games 1978 Bangkok dan 2 medali emas Asian Games 1982 New Delhi), Suprianti Sutono (peraih medali emas atletik putri Asian Games 1998 Bangkok), dan I Gusti Made Oka Sulaksana (peraih medali emas selancar angin Asian Games 2002 Busan). Rangkaian acara pembukaan ini kemudian ditutup dengan pertunjukkan kembang api spektakuler yang mewarnai langit SUGBK malam itu.

Semua berjalan sempurna dengan keberagaman yang kita punya.

TEMUKAN KAMI

Copyright©2018. j2p.id All Rights Reserved